Analisis Konsumsi Daya dan Beban Pendinginan pada Kabin LRT Kereta TMC
Kata Kunci:
Kabin LRT Kereta TMC, OTTV, CLTD, Beban Pendingin, Kenyamanan Termal, Efisiensi EnergiAbstrak
Pada awalnya Beban pendinginan pada kereta di pengaruhi oleh suhu lingkungan dan struktur ruang penumpang kereta tersebut pada Kabin LRT kereta TMC membutuhkan berbagai daya. Sehingga pada saat kereta dijalankan, penumpang harus tetap merasa nyaman dengan sirkulasi sistem pengondisian udara Air Conditioning (AC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beban pendingin dengan metode CLTD (Cooling Load Temperature Difference)dan mengetahui beban pendingin dengan metode OTTV (Overall Thermal Transfer Value) Kabin LRT Kereta TMC Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan dengan cara menghitung beban pendingin pada Kabin LRT kereta TMC. Pengambilan data dan spesifikasi melalui pengukuran langsung pada Kabin LRT Kereta TMC menggunakan meteran. Penelitian dilanjutkan dengan menghitung nilai OTTV dari Kabin LRT Kereta TMC dan nilai OTTV yang didapat diteruskan dengan menghitung beban pendingin dengan metode CLTD. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem pengondisian udara pada Kabin LRT Kereta TMC menggunakan AC paket dimana komponennya terletak disalah satu ujung atas kereta. Pengujian sistem pendingin udara (AC) pada kereta TMC (Track Maintenance Car) bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan kerja bagi operator serta teknisi yang bekerja di dalam kereta tersebut. Sistem AC berperan penting dalam menjaga suhu udara yang optimal di dalam kabin selama operasional perawatan rel kereta, khususnya di lingkungan dengan suhu tinggi. Penelitian ini mengevaluasi performa AC berdasarkan sejumlah parameter, seperti kapasitas pendinginan, efisiensi energi, serta kestabilan suhu di berbagai kondisi operasi. Uji performa dilakukan dengan metode simulasi dan pengukuran lapangan menggunakan sensor suhu dan kelembapan dibeberapa titik dalam kabin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistemAC mampu menjaga suhu ruangan sesuai dengan standar kenyamanan termal yang disarankan, namun terdapat beberapa penurunan efisiensi pada saat kereta beroperasi di lingkungan dengan temperatur ekstrem. Rekomendasi perbaikan meliputi peningkatan kapasitas sistem dan penggunaan material insulasi termal yang lebih efektif.

.jpg)